titisan hujan

seraut pilu dan sesal diwajahnya
yang entah bila akan hilang
entah esok, entah lusa, atau tak akan hilang
derita dan bencana apakah yang ditanggungnya

bintang tidak lagi hadir bersama bulan
apabila matahari berlabuh
dan malam mula meyapa
rindu sang pungut juga tiada
ungas tidak lagi nyayikan irama asyik
lagu alam yang penuh tenang

hati yang dulu sentiasa berbunga
indah bagai taman di istana
semakin pudar tidak berseri
yang tinggal hanya kelopak yang semakin layu
akan bertebangan bersama dedaun kering
menyairkan puisi puisi sedih

karya asli: alhaddad

Leave a Reply